"W-IJEN"
Literasi Wonoasri Sejuta Ekspresi
Home
- Beranda
- SEKAPUR SIRIH
- REDAKSI
- PRODUK
- RESENSI BUKU
- TEKNOLOGI
- ENGLISH CORNER
- KULINER
- TOKOH
- PENDIDIKAN
- RAGAM BUDAYA
- LINGKUNGAN
- WISATA
- FOTO-FOTO
- TEFA
- NGLELURI BASA
- HOBBY
- KOMIK
- CERITA
- TREND
- RELIGI
- INSPIRASI
- SPORT CORNER
- IDE DAN KREASI
- MUSIK
- PUISI
- HISTORIA
- PELUANG USAHA
- KESEHATAN
- BURSA KERJA
- BERITA HANGAT
Senin, 08 Desember 2025
The lamp at the Tip of the pena
"Dwija Panuntun Urip"
Surat Cinta untuk Guru
Surat Cinta untuk Guru
Hormat saya,
KELOMPOK 4
“Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”
"Panutaning Hurip"
"Panutaning Hurip"
Ing saben esuk sing sumunar,
katon panjenengan lumaku lir surya.
Nggawa welas, nggawa kawruh,
ngulur sabar tanpa wewates.
Guru, panjenengan kaya geni alit,
murub ing petenging ati bocah-bocah.
Nyareni rasa ragu,
nuntun tekan dalan padhang.
Tembe mburi, swarane piwulangmu
dadi tandha ing uripku.
Sanadyan wektu mlaku adoh,
asmanmu tetep ngresep ing ati.
Guru, panjenengan ora mung mulang,
nanging uga mbangun jati diri.
Saking panjenengan, aku sinau
tepa slira, wani, lan ngajeni.
Mugi tansah pinaringan sih kawelasan,
samangsa panjenengan dadi pepadhang
kang ora entek-enteké,
tumrape generasi sing bakal teka.
Surat Cinta untuk Guru

Surat Cinta untuk Guru
Sebagai Tanda Cinta & Bakti di Hari Guru Kepada: Ibu/Bapak Guru Tersayang,
Di hari yang bersejarah ini, izinkan saya yang selama ini hanya duduk diam di bangku, mencatat setiap kata-kata Ibu/Bapak berdiri sejenak, menarik napas dalam-dalam, lalu menyampaikan apa yang selama ini hanya berani tersimpan di antara lembar- lembar buku catatan: terima kasih, dan maaf, sekaligus aku cinta padamu.
Bukan cinta yang keliru,
melainkan cinta yang tumbuh dari rasa kagum:
Ketika
Ibu/Bapak membalikkan kapur di papan tulis, seolah membalikkan halaman masa
depan kami.Ketika suara Ibu/Bapak serak di tengah kelas, tapi tetap saja kami
mendengar ketulusan di setiap suku katanya.Ketika Ibu/Bapak
berdiri dari pukul
06.30, lalu pulang menjelang maghrib, dompet tipis, tas berat, tapi hati
tak pernah berhenti berapi-api.
Hari Guru ini, saya ingin mengakui:
Segala “Pak/Bu, saya nggak bisa” yang pernah saya ucapkan, sebenarnya
adalah “Pak/Bu, saya takut
gagal.”Segala alasan bolos
yang saya tulis,
sebenarnya adalah surat kecil berisi rasa tidak percaya
diri.Tapi Ibu/Bapak tetap menunggu, menepuk pundak, menyapukan kata: “Kamu
bisa, coba lagi.”Dan tiba-tiba dunia yang tadinah kelam jadi terang, seolah
Ibu/Bapak menyalakan lampu di sudut paling gelap hati saya.
Kini saya tahu:
Ilmu pengetahuan bisa kutemukan di Google, tapi arti “percaya diri” baru kutemukan di
kelas Ibu/Bapak.Rumus matematika bisa kuhafal, tapi rumus keberanian baru
kudapat ketika Ibu/Bapak menyuruhku maju ke depan.Sejarah dunia bisa kubaca,
tapi sejarah kebaikan baru kutulis
setiap hari karena
Ibu/Bapak menuliskannya dalam
tindakan.Jadi, di hari ini, saya tak ingin hanya membawa bunga atau
kartu yang bertuliskan “Selamat Hari Guru.”
Saya ingin membawa perjanjian:
Bahwa setiap kali saya menulis esai yang berapi-api, ada secercah suara
Ibu/Bapak di antara koma dan titiknya.Bahwa setiap kali saya berdiis di atas
mimpi, ada bekas tapak kaki Ibu/Bapak yang sudah lebih dulu membelah
rintangan.Bahwa suatu hari, ketika saya akhirnya menjadi
“seseorang”, saya akan kembali ke ruang ini, mengetuk pintu,
lalu berbisik:“Bu/Pak, muridmu yang dulu sering lupa bawa pensil ini,
kini membawa harapan—dan sedikit dari harapan itu berisi nama Ibu/Bapak.”
Terima
kasih telah menjadi lentera yang tak pernah padam, bahkan ketika angin
keputusasaan menerpa.Maaf atas segala bolos, keluh, dan tatapan kosong
yang pernah membuat Ibu/Bapak
kecewa.Aku cinta—ya, aku cinta—pada guru yang tak pernah lelah menanam benih
hari esok di tanah yang kadang tandus namanya “diriku dulu.”Semoga Tuas
membalikkan waktu sejenak, agar Ibu/Bapak bisa melihat:Betapa besar pohon
yang tumbuh dari biji yang pernah Ibu/Bapak
sirami dengan keringat
dan senyum.
Selamat Hari Guru.
Tulang-tulangku berdiri tegak
karena tulang punggungmu tak pernah bungkuk. Dengan cinta yang tak akan pernah
lulus dari hatiku,
“Guru Pambuka Padhang”
“Guru Pambuka Padhang”
Ing esuk sumunar surya, Krasa anget ing jero ati.
Guru tindak kanthi tulus budi, Nuntun bocah tanpa pamrih.
Panjenengan ibarat obor ing peteng, Nuwuhake padhang kawruh lan pekerti.
Saben tembung dados wewaton,
Saben tumindak dados tuladha.
Senadyan ora tansah kapuji, Lelakonne tetep wani lan sabar.
Amargi guru iku pahlawan sepi,
Nggawe generasi dadi pinter lan benar.
Guru…
Tresna lan tulusmu ora bakal kawurung, Mugi tansah pinaringan rahayu lan berkah,
Awit tanpa panjenengan,
Ora ana masa depan kang sumunar cerah.
A Teacher`s Light
A Teacher`s Light
In a room where dreams begin to grow,
You stand a quiet guide, a steady glow.
With patience shaped by hope and care,
You lift each mind, teach hearts to dare.
Your words are seeds,
your lessons bloom,
turning simple days to futures that resume.
And though the world may never see the weight you
carry quietly.
your light remains in every soul you've helped to find
a brighter goal.
Thank you, teacher for every start,
for every touch that shaped a heart.
You stand a quiet guide, a steady glow.
With patience shaped by hope and care,
You lift each mind, teach hearts to dare.
Your words are seeds,
your lessons bloom,
turning simple days to futures that resume.
And though the world may never see the weight you
carry quietly.
your light remains in every soul you've helped to find
a brighter goal.
Thank you, teacher for every start,
for every touch that shaped a heart.
PELITA TANPA LETIH
PELITA TANPA LETIH
Engkau menyalakan pelita
di ruang kecil penuh tanya.
Setiap kata yang kau berikan
jadi arah bagi langkah kami.
Guru, terima kasih-kau terus terang meski lelahmu tak terlihat.
DIKLATSAR TARUNA KALA ITU
Sebelum mengikuti pembelajaran dalam SMK Negeri 1 Wonoasri, seluruh siswa diwajibkan mengikuti kegiatan diklatsar taruna. Diklatsar tersebut bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, jiwa korsa, menanamkan jiwa kepemimpinan, hingga melatih fisik dan mental siswa. Diklatsar tersebut, dilaksanakan oleh siswa dalam kurun waktu 1,5 bulan, yang dimulai pada 10 September 2025 hingga pada puncaknya jatuh pada 31 Oktober 2025. Pada tanggal tersebut, seluruh siswa
dilantik menjadi taruna dan taruni SMK Negeri 1 Wonoasri. Di sana, para taruna dan taruni menunjukkan keterampilan mereka yang telah diasah selama diklatsar taruna tersebut.
1.
Kesan dari
M. Iqbal
X TE 2
Saya masih ingat kegiatan diklatsar taruna angkatan ke 15 SMKN 1 Wonoasri . Hari pertama dimulai dengan upacara pembukaan diklatsar taruna yang dimulai pada hari rabu, pada hari itu semua siswa merasa bersemangat saat melakukan upacara
pembukaan diklatsar. 1 bulan kemudian materi diklatsar sudah hampir di berikan semua anggota sudah
mempersiapkan materi yang
akan di tampilkan pada saat upacara pelantikan
di alun-alun reksogati caruban, saya merasa senang dengan
diklatsar pada tahun ini saya bisa merasakan rasanya di hukum bareng. Saya berharap diklasar ini bisa mendisiplinkan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
2.
Kesan dari
Naumi X
TE 2
Selama diklatsar banyak hal yang telah saya pelajari, mulai dari kebersamaan, kedisiplinan, hingga pelatihan fisik dan mental. Awalnya saya berpikir bahwa hal tersebut akan terasa sangat berat, namun setelah dijalani, ternyata tidak seberat apa yang saya bayangkan. Pada awalnya mungkin memang terasa berat, ditambah jika diiringi dengan rasa mengeluh, tapi semakin lama, saya merasa bahwa kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk pribadi saya. Saya menjadi lebih disiplin, tegas, berani dan mulai memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam diri dan sekolah saya.
3.
Kesan dari
Nayla X
TE 2
Seru karna dapat banyak teman baru di lingkungan baru, Walaupun sulit untuk beradaptası, di masa ketarunaan ini kita di beri pembelajaran untuk lebih disiplin pada aturan yang berlaku dan waktu yang berjalan.
4.
Kesan dari
Nayshira X
TE 2
Mungkin banyak teman-teman dari kelas lain yang berberat hati untuk mengikuti kegiatan ini karena melelahkan. Tetapi jiwa saya akan selalu bersemangat karena momen itu tidak akan pernah terulang lagi, dan saya selalu dengan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dibina oleh kakak senior dan juga bapak-bapak koramil. Diklatsar Taruna ini membuat saya menjadi lebih baik, yaitu lebih bertanggung jawab, lebih menaati aturan, takut jika berbuat salah, serta mulai berani dan tegas menghadapi keseluruhan yang terjadi. Sedih, senang, kami rasakan bersama sama, saling merangkul dalam satu kegiatan, saling mendukung satu sama lain. Dari kegiatan ini, saya lebih memiliki relasi yang sedikit luas dan lebih banyak dibanding pada sebelumnya. Tentu saya sangat senang sekali dapat merasakan kegiatan ini, dan juga sangat berterima kasih kepada bapak-bapak koramil dan kakak-kakak senior yang dengan tulus ikhlas membimbing kami selama melaksanakan kegiatan.
5.
Kesan dari
Rahma X
TE 2
Berada di lingkungan taruna selalu punya cerita seru, apalagi saat ikut demonstrasi baris formasi yang bikin sensasi mendebarkan naik dan kekompakan terasa nyata, dari teriakan danton, langkah yang harus serempak, sampai rasa capek yang malah jadi tawa bareng. Serunya lagi, saat demonstrasi semua benar-benar dituntut fokus, cepat tanggap, dan solid—gerakan harus rapi, formasi berubah cepat, dan semua mata tertuju ke kita. Deg-degan iya, tapi justru itu yang bikin nagih karena ada kepuasan besar saat formasi berhasil kompak. Begitu selesai, capek langsung terbayar sama rasa bangga dan senyum bareng teman-teman.
6.
Kesan dari
Syifa Amalia
X TE 2
Selama dilaksanakannya kegiatan diklatsar taruna angkatan 15. Saya dan
teman- teman saya dilatih secara fisik juga secara mental, ada banyak keluhan karena merasa
lelah dan panas yang dapat membakar
kulit tubuh. Tetapi saya bisa menyadari dengan
adanya kegiatan
ini dapat meningkatkan kedisiplinan diri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama
dan lebih banyak
lagi. Saya senang
bisa melaksanakan ini bersama
teman-teman saya yang
membuat kegiatan ini semakin seru.
7.
Kesan dari
Vanika X
TE 2
Kegiatan diklatsar ini akan memberikan kenangan yang ngga bisa di lupakan,mulai di disiplin nya waktu,jiwa korsa,apalagi kalau mengikuti salah satu demonstrasi pasti akan merasakan’salah satu salah semua’dan pasti akan kgn kata²’hadap serong kiri’ yang akan benar² bikin kangen disini di diklatsar kita selalu mempunyai cerita,susah dan senang akan membekas di hati dan itu semua akan bisa di kenang,dan masa² yang di tunggu sudah di laksanakan sekarang hanya bisa di kenang.
8.
Kesan dari
Whafi X
TE 2
Kegiatan diklatsar taruna di SMK menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan. Setiap latihan baris- berbaris, apel pagi, datang ke sekolah tepat waktu hingga kegiatan fisik lainnya tidak hanya melatih kekuatan, tetapi juga membentuk mental yang lebih tegas dan percaya diri. Kebersamaan dengan teman-teman pun semakin erat karena setiap tantangan selalu dihadapi bersama. Dari kegiatan ketarunaan, saya belajar bahwa kedisiplinan dan kerja sama adalah kunci untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
9.
Kesan dari
Yusuf X
TE 2
Kegiatan Diklatsar Taruna di SMKN 1 Wonoasri memberikan kesan yang sangat positif bagi saya karena saya belajar tentang arti disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab melalui berbagai kegiatan seperti latihan fisik dan kerja tim, sehingga saya menjadi lebih terbiasa tepat waktu, lebih menghargai aturan, dan merasakan kekompakan bersama teman-teman yang membuat pengalaman ini terasa menyenangkan dan sulit untuk dilupakan.
KELOMPOK 41. NAUMI ULI S (03)
2. NAYLA FAIZATUS S (04)
3. NAYSHIRA ZASQIA P (05)
4. RAHMA NITA A (14)
5. SYIFA AMALIA R (25)
6. VANIKA SHERLY A (2G)
7. MUHAMMAD IQBAL M (01)
8. WHAFI WHAZIDY (31)
9. YUSUF ILHAM M (35)
The lamp at the Tip of the pena
The lamp at the Tip of the pena You are a lantern, in the silent classroom. Illuminating, every corner. which was once dark and desolate. ...
-
In Grade 10, Ardi was known as a hardworking student, though he wasn’t the top performer in his class. He often stayed after school to fin...
-
Mariposa Judul buku : Mariposa Penulis : Luluk H.F Penerbit : Coconut Book Kategori : Roman Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman...
-
Mengenali Dongkrek dalam Kehidupan Masyarakat Penuturnya Dongkrek lahir atas prakarsa Raden Bei Lo Prawirodipuro/Raden Sasrawijaya Palang–...







