Sabtu, 13 Desember 2025

"Pelita yang Tak Pernah Padam”

 


"Pelita yang Tak Pernah Padam

Di sebuah ruang kecil sederhana,

kau berdiri dengan senyum yang tak pernah lelah,

menyambut kami anak-anak yang datang

dengan seribu tanya, seribu suara,

dan kadang seribu gelisah yang tak bisa diucap.

Setiap pagi kau membuka hari

dengan langkah yang sama,

langkah penuh keyakinan

bahwa ilmu yang kau titipkan hari ini

akan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar

dari apa yang terlihat sekarang.

Wahai guru,

kau bukan sekadar penyampai kata,

kau penenun masa depan,

penjaga harapan,

tangan yang sabar meluruskan arah

ketika kami nyaris tersesat oleh dunia.

Di matamu, kami bukan angka,

bukan ranking, bukan perbandingan.

Kami adalah cerita yang masih kosong,

halaman yang menunggu ditulisi

dengan keberanian, kebaikan, dan cita-cita.

Dalam setiap coretan kapurmu

ada doa yang tak terucap,

dalam setiap teguranmu

ada kasih yang terselip rapi,

dalam setiap tugas yang kau berikan

terdapat keyakinan

bahwa kami mampu melangkah lebih jauh.

Kau ajari kami bukan hanya rumus dan teori,

tetapi bagaimana bersikap dalam hidup ini.

Bahwa gagal tak apa,

asal tidak berhenti mencoba.

Bahwa nilai hanyalah angka,

tapi kejujuran adalah harga diri.

Bahwa maju itu pilihan,

dan tekun adalah jembatannya.

Kadang kau datang

dengan letih yang tidak terlihat,

dengan beban yang tak pernah kau ceritakan,

namun di depan kami,

kau tetap menjadi cahaya

yang menuntun tanpa pamrih.

Guru…

Jika waktu adalah kertas

dan pengorbananmu adalah tinta,

maka hidup kami hari ini

adalah buku yang tidak akan pernah selesai

kami syukuri.

Terima kasih

untuk setiap pelajaran yang kau tanam,

untuk setiap pintu yang kau buka,

untuk setiap mimpi yang kau yakini

bahkan sebelum kami berani memimpikannya.

Semoga Tuhan menjaga langkahmu,

menghiasi harimu dengan damai,

dan membalas setiap kebaikanmu

dengan kebahagiaan yang tak terhingga.

Sebab bagi kami,

kau bukan hanya guru,

kau adalah pelita

yang tak pernah padam,

bahkan ketika kami telah jauh berjalan

meninggalkan ruang kecil

tempat kau pertama kali mengajarkan

arti sebuah masa depan.

 

KELOMPOK 1
FAHRIZAL SHOLAHUDIN (12)
PRATAMA RUDI (26)
JUNIOR PANDU (16)
SULTAN ANAANDA P.U (33)
BAGAS ADITYA (08)
MUHAMMAD EHZYA IZARA (24)
RAYA SAPUTRO (28)
DIKA ADITYA (10)
LENDY MEDIANTO (17)
SYAIFUDIN (37)
MAYVAN SATYA P. (19)
FERY KUSDIANTORO (14)
FEBRIAN HARIONO (13)
DZAKI AHMAD (11)
MUHAMMAD RIZAL R. (22)
AFGHA IBNU S. (03)
DENISHA MIRALDY (09)
MORIN TABUNI (21)

Tidak ada komentar:

PELITA DIRUANG KELAS

PELITA DIRUANG KELAS Di antara deret bangku yang sunyi. kau datang membawa cahaya pagi. Langkahmu sederhana. namun ilmunya mengubah dunia. S...