Dalam lirih keluh di bibirku
Aku benar tak maksud membencimu, wahai guruku Ego kami masih bangkitkan ragu Kesal dan bosan terus menipu, hati ini terlalu menyepelekanmu. Di relung terdalam, aku juga pernah sadar Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar Mengalirkan hakti tanpa ingkar Demi negeri agar tidak buyar
Guruku
Maksudku sampaikan rasa bukanlah untuk ungkap luka Engkau adalah pelita terang, saat kau mampu berkelana Merangkul seluruh siswa tanpa pilah cinta Bercengkerama bak sohib dan tetap beretika. Terima kasih kuucapkan Untuk seluruh pembangun insan cendekiawan Si petutur ilmu dari guratan awan Penuh kasih nan tulus selalu kau
berikan Guruku
Kau adalah renjana, sosok inspiratif dalam senja Kau selayaknya surya, penerang untuk generasi bangsa Dan kau ibarat gerimis kiranya Yang nanti menangis melihat kami sukses dengan bangga.
Kelompok 1
1. Mutiar Cici Andini(4)
2. Naswa Nala syarofa (12)
3. Putri Bunga Ramadhani (14)
4. Rahma Nabila Puspitasari (15)
5. Sheril Aulya Septiani (17)
6. Shitnya Maylawati(18)
7. Valentina Ayu Pebriana(26)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar