Sabtu, 13 Desember 2025

Pengukir Sidik Jari Jiwa

 


Pengukir Sidik Jari Jiwa

 
Bukan sekadar buku usang, atau kapur yang memudar,
Engkau adalah Arkeolog Cahaya, menggali potensi terpendam.
Menarik tirai kabut yang menaungi pandangan yang gusar,
Menyulap ruang hening, menjadi laboratorium ilham.
 
Di tanganmu, kata tak hanya bunyi yang terucap,
Tapi Benang Perak yang merajut logika di benak.
Mengajarkan kami menari di antara data yang ricap,
Membedah kompleksitas, tanpa perlu menjadi terperangkap.
 
Engkau menabur biji Curiosity di ladang akal,
Merawatnya dengan hujan sabar dan panasnya diskusi.
Bukan paksaan, melainkan undangan untuk mendaki igal,
Menikmati panorama, dari puncak pemahaman diri.
 
Guru, kau adalah Tukang Kebun Senyap,
Yang tahu kapan harus memangkas, kapan harus membiarkan tumbuh.
Melihat peta bintang dalam diri, di saat mata lain terlelap,
Menempa kami menjadi panah, dilepaskan menuju masa depan penuh.
 
Setiap coretanmu, adalah Sidik Jari Jiwa yang abadi,
Tersemat di setiap pilihan, di setiap etika yang kami genggam.
Tak terbayar oleh piala, tak terhitung dalam hari,
Engkaulah Aksara Mula, yang merintis kisah sebelum terbenam.
 
Terima kasih, untuk keunikan cara pandang yang kau tanam,
Menjadikan kami pembaca dunia, bukan sekadar penonton pasif.
Iringan nadamu, adalah melodi yang tak pernah redam,
Mendorong kami hidup, menjadi versi terbaik dan inovatif.

Tidak ada komentar:

PELITA DIRUANG KELAS

PELITA DIRUANG KELAS Di antara deret bangku yang sunyi. kau datang membawa cahaya pagi. Langkahmu sederhana. namun ilmunya mengubah dunia. S...