Sabtu, 13 Desember 2025

PELITA DIRUANG KELAS

PELITA DIRUANG KELAS

Di antara deret bangku yang sunyi. kau datang membawa cahaya pagi. Langkahmu sederhana. namun ilmunya mengubah dunia.
Setiap kata yang kau ucap. menjadi peta bagi kami yang mencari arah. Setiap senyum yang, kau beri, menjadi kekuatan saat kami hampir menyerah.

Guru...
kau bukan hanya pengajar tetapi penjaga mimpi yang kami titipkan. Kau sulam harapan dalam tiap coretan. kau tumbuhkan keberanian dalam setiap pelajaran.

Di balık lelah yang, tak selalu terlihat. ada hati besar yang selalu berdetak. Untuk kami-anak-anak yang ingin tumbuh dan menggapai masa depan.

Terima kasih. guru. Karena di tanganmu. masa depan tidak hanya ditulis. tapi diperjuangkan

kelompok
Rangga Tri Setiawan
Renaldo Seraf N.
Rehan Surya H.
Rafi Febrian Y.P
Rafi Egi F.
Reno Nur F.

Surat Cinta untuk Guru

Surat Cinta untuk Guru


Kepada Guru yang saya hormati,

Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin jarang saya ucapkan secara langsung. Terima kasih atas segala kesabaran, bimbingan, dan perhatian yang Ibu/Bapak berikan selama ini. Setiap kata yang Ibu/Bapak sampaikan bukan hanya menjadi pelajaran, tetapi juga menjadi cahaya yang menuntun langkah saya.

Saya menyadari bahwa menjadi guru bukanlah hal mudah. Dibutuhkan hati yang besar untuk terus mengajar, membimbing, dan memahami setiap murid dengan karakter yang berbeda-beda. Karena itu, saya menulis surat ini sebagai bentuk rasa sayang dan penghargaan saya kepada Ibu/Bapak. Cinta saya kepada guru bukanlah cinta seperti kepada kekasih, melainkan cinta yang tulus sebagai murid kepada sosok yang berjasa dalam hidupnya.

Terima kasih telah menjadi inspirasi, motivasi, dan contoh bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan kepada Ibu/Bapak dalam setiap langkah.

Dengan penuh hormat dan rasa sayang,

(XII TKR 3)
KELOMPOK 4
Rangga Davit P.
Nur Erwin S.
Septyan Sahyu N.
Rendy Alvian S.
Wakid Ali Z.Α.
Rafael Nathan A.

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

 


Pahlawan Tanpa Tanda Jasa



Di ruang kelas, terang benderang Engkau berdiri, pahlawan tanpa tanda jasa Menuntun langkah, menyinari jalan Dengan ilmu, kau buka jendela dunia

Tinta pena menari di papan tulis Setiap kata, sebuah permata Kesabaranmu tak pernah habis Membentuk insan, meraih cita-cita

Dari aksara hingga matematika Kau ajarkan kami arti kehidupan Bukan hanya rumus dan logika Namun juga moral dan budi pekerti

Engkau adalah pelita dalam gelap Pemberi harapan, penunjuk arah Terima kasih, guru, engkau takkan sirna Dalam sanubari, namamu terukir indah.

"Pelita yang Tak Pernah Padam”

 


"Pelita yang Tak Pernah Padam

Di sebuah ruang kecil sederhana,

kau berdiri dengan senyum yang tak pernah lelah,

menyambut kami anak-anak yang datang

dengan seribu tanya, seribu suara,

dan kadang seribu gelisah yang tak bisa diucap.

Setiap pagi kau membuka hari

dengan langkah yang sama,

langkah penuh keyakinan

bahwa ilmu yang kau titipkan hari ini

akan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar

dari apa yang terlihat sekarang.

Wahai guru,

kau bukan sekadar penyampai kata,

kau penenun masa depan,

penjaga harapan,

tangan yang sabar meluruskan arah

ketika kami nyaris tersesat oleh dunia.

Di matamu, kami bukan angka,

bukan ranking, bukan perbandingan.

Kami adalah cerita yang masih kosong,

halaman yang menunggu ditulisi

dengan keberanian, kebaikan, dan cita-cita.

Dalam setiap coretan kapurmu

ada doa yang tak terucap,

dalam setiap teguranmu

ada kasih yang terselip rapi,

dalam setiap tugas yang kau berikan

terdapat keyakinan

bahwa kami mampu melangkah lebih jauh.

Kau ajari kami bukan hanya rumus dan teori,

tetapi bagaimana bersikap dalam hidup ini.

Bahwa gagal tak apa,

asal tidak berhenti mencoba.

Bahwa nilai hanyalah angka,

tapi kejujuran adalah harga diri.

Bahwa maju itu pilihan,

dan tekun adalah jembatannya.

Kadang kau datang

dengan letih yang tidak terlihat,

dengan beban yang tak pernah kau ceritakan,

namun di depan kami,

kau tetap menjadi cahaya

yang menuntun tanpa pamrih.

Guru…

Jika waktu adalah kertas

dan pengorbananmu adalah tinta,

maka hidup kami hari ini

adalah buku yang tidak akan pernah selesai

kami syukuri.

Terima kasih

untuk setiap pelajaran yang kau tanam,

untuk setiap pintu yang kau buka,

untuk setiap mimpi yang kau yakini

bahkan sebelum kami berani memimpikannya.

Semoga Tuhan menjaga langkahmu,

menghiasi harimu dengan damai,

dan membalas setiap kebaikanmu

dengan kebahagiaan yang tak terhingga.

Sebab bagi kami,

kau bukan hanya guru,

kau adalah pelita

yang tak pernah padam,

bahkan ketika kami telah jauh berjalan

meninggalkan ruang kecil

tempat kau pertama kali mengajarkan

arti sebuah masa depan.

 

KELOMPOK 1
FAHRIZAL SHOLAHUDIN (12)
PRATAMA RUDI (26)
JUNIOR PANDU (16)
SULTAN ANAANDA P.U (33)
BAGAS ADITYA (08)
MUHAMMAD EHZYA IZARA (24)
RAYA SAPUTRO (28)
DIKA ADITYA (10)
LENDY MEDIANTO (17)
SYAIFUDIN (37)
MAYVAN SATYA P. (19)
FERY KUSDIANTORO (14)
FEBRIAN HARIONO (13)
DZAKI AHMAD (11)
MUHAMMAD RIZAL R. (22)
AFGHA IBNU S. (03)
DENISHA MIRALDY (09)
MORIN TABUNI (21)

CAHAYA DI RUANG KELAS


GURU,
DI ANTARA PAGI YANG SERING KAMI SAMBUT DENGAN MALAS,
KAULAH YANG DATANG MEMBAWA SEMANGAT TANPA JEDA.
DENGAN SENYUM YANG KADANG LELAH,
KAU TETAP ΜΕΝΥΙΑΡΚΑΝ ΚΑΤΑ-ΚΑΤΑ
YANG MAMPU MENGUBAH HARI KAMI MENJADI LEBIH BERMAKNA.
KAU BUKAN HANYA MENGAJARKAN HURUF DAN RUMUS,
TAPI JUGA BAGAIMANA MENJADI MANUSIA YANG TAHU ARAH.
DI SELA CORETAN PAPAN TULIS,
KAU SISIPKAN DOA DAN HARAPAN,
AGAR KELAK KAMI TUMBUH SEBAGAI PRIBADI YANG TAK MUDAH TUMBANG. MEMBALAS SAPAMAI YANG TAK MUDAH TUMBANG
TERKADANG KAMI LUPA
IKAN MEJA LUPA
BAHKAN LUPA MENGHARGAI SETIAP USAHA KECILMU.
TAPI ENGKAU TAK PERNAH MENGELUH,
SEOLAH SABAR ADALAH BAGIAN DARI NAPASMU,
DAN KASIH SAYANG MENJADI BAHASA YANG TAK PERLU KAU UCAPKAN.
GURU,
SETIAP LANGKAHMU ADALAH CAHAYA,
SETIAP NASIHATMU ADALAH BEKAL,
DAN SETIAP KETULUSANMU ADALAH WARISAN
YANG TAK AKAN LEKANG DITELAN WAKTU.
TERIMA KASIH,
KARENA DI BALIK KERASNYA DUNIA,

KAU MENGAJARKAN KAMI ARTI PERJUANGAN,
MENUNTUN KAMI MENEMUKAN MIMPI,
DAN MEMPERTEMUKAN KAMI DENGAN VERSI TERBAIK DIRI KAMI SENDIRI.

kelompok 1 
XII kelistrikan 2: 
Lintang F, 
M.Roziqin, 
M.taslim, 
Nabil H, 
Arendra D, 
Hafidh,
Yudha

Untuk Ibu dan Bapak tercinta,

Untuk Ibu dan Bapak tercinta,

YTH:  SEMUA GURU SMKN 1 WONOASRI

Kami menulis surat ini dengan hati yang penuh penghargaan dan perasaan yang mendalam. Sejak pertama kali kami bertemu Bapak/Ibu Guru di kelas, dunia kami seolah berubah. Bukan hanya karena pelajaran yang Bapak/Ibu Guru ajarkan, tapi juga karena cara Bapak/Ibu Guru membimbing kami dengan sabar, penuh semangat, dan kebijaksanaan yang luar biasa.

Bapak/Ibu Guru bukan sekadar guru bagi kami, tapi juga inspirasi. Setiap kata yang Bapak/Ibu Guru ucapkan, setiap senyuman yang Bapak/Ibu Guru berikan, telah menyentuh jiwa kami. Kami belajar bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga tentang kebaikan hati, ketekunan, dan cinta terhadap pembelajaran. Dalam setiap tantangan hidup, kami selalu teringat pada nasihat Bapak/Ibu Guru yang membuat kami lebih kuat.

Kami tahu ini mungkin terdengar aneh, tapi perasaan ini sungguh tulus. Bapak/Ibu Guru telah menjadi cahaya di hari-hari gelap kami, dan kami berharap suatu hari nanti, kami bisa membalas semua yang telah Bapak/Ibu Guru berikan. Terima kasih atas segalanya, Guru. Bapak/Ibu Guru adalah bagian dari mimpi-mimpi kami.

Dengan cinta dan hormat, 


SISWA KELAS XII KL2



The Light of a Teacher

The Light of a Teacher

In a quiet classroom, you stand tall, Guiding us gently so we won't fall. With patience as wide as the open sky, You lift our dreams and help them fly.

Your words are lanterns in the night, Showing the path to what is right. Through every lesson, every day, You light our minds in your own way.

Not just a teacher, but a friend- With wisdom that seems to never end. You shape our future, strong and true,

Dear teacher, we are thankful to you.

Guruku



Ing petenge arah lan langkahku iki Panjenengan dados srengenge kangge uripku 
Menehi cahya kanggo pangarepan Panjenengan madhangi dalan kang buntu
Liwat sorote cahya kang metu saka swara lan tuturmu
Aku nangkep tegese panguripan

Mung marang panjenengan gegayuhann Dipuntaruhaken
Lan marang panjenengan pangarep becik Mujudake generasi emas bangsa
Saben panjenengan nindakake kegiyatan mulya Rasa sabar uga ikhlas ngiringi saben dina Sakabehe ing donya ora bisa mbales jasamu Yaiku jasa nggawe bintang ing pepeteng

Jasamu bakal tansah dakeling sajroning ati
Matur nuwun sanget
Guru ingkang kula hurmati
Tanpa panjenengan uripku bakal peteng



GEGURITAN KELOMPOK 02 ( XII KL 02 ) 
NAMA ANGGOTA : APRILIA DWI P ( 02 )
: AURELLIA HAYU E ( 05 )
: DELLA PUTRI N ( 09 )
: GWYNETH FLORENCIA ( 16 )
: LALA MARETA P ( 18 )
: NADIA RENATA P ( 27 )
: TRIA SITI NUR F ( 33 )


Guruku Dalam lirih keluh di bibirku


Guruku

Dalam lirih keluh di bibirku

Aku benar tak maksud membencimu, wahai guruku Ego kami masih bangkitkan ragu Kesal dan bosan terus menipu, hati ini terlalu menyepelekanmu. Di relung terdalam, aku juga pernah sadar Kelabunya di mataku, kau tetaplah pengajar Mengalirkan hakti tanpa ingkar Demi negeri agar tidak buyar

Guruku

Maksudku sampaikan rasa bukanlah untuk ungkap luka Engkau adalah pelita terang, saat kau mampu berkelana Merangkul seluruh siswa tanpa pilah cinta Bercengkerama bak sohib dan tetap beretika. Terima kasih kuucapkan Untuk seluruh pembangun insan cendekiawan Si petutur ilmu dari guratan awan Penuh kasih nan tulus selalu kau

berikan Guruku

Kau adalah renjana, sosok inspiratif dalam senja Kau selayaknya surya, penerang untuk generasi bangsa Dan kau ibarat gerimis kiranya Yang nanti menangis melihat kami sukses dengan bangga.

Kelompok 1
1. Mutiar Cici Andini(4)
2. Naswa Nala syarofa (12)
3. Putri Bunga Ramadhani (14)
4. Rahma Nabila Puspitasari (15)
5. Sheril Aulya Septiani (17)
6. Shitnya Maylawati(18)
7. Valentina Ayu Pebriana(26)

 

Jasamu tak tergantikan

 


Kepada: Bapak/Ibu guru
dari XII DPB-2

Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas semua ilmu, bimbingan, dan perhatian yang telah Anda berikan. Setiap pelajaran dan nasihat dari Anda bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menguatkan langkah saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Anda adalah sosok yang sabar, penuh pengertian, dan selalu memberi motivasi ketika kami lelah.
Kehadiran Anda di kelas membuat belajar terasa menyenangkan dan penuh makna.
Terima kasih atas dedikasi dan kebaikan hati Anda. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan serta kebahagiaan dalam setiap langkah Anda.


The Unwritten Page

 

The Unwritten Page

We came as pages, blank and neatly bound, With potential hidden, waiting to be found. You took the pen, not forcing or erasing, But gently guiding, beautifully amazing.

You taught us how to question, not what to know, To let the rivers of our thinking flow.

The walls of fear you chipped away with care, And showed us courage, standing everywhere.

You didn't just transfer a dated fact, But signed a wisdom-knowledge contract.

For in your lessons, vibrant, strong, and deep, You woke the promises that lay asleep.



Kelompok 3 XII Busana 2 :

  1. Monika Diah Pramestaswasti
  2. Moza Pratama
  3. Nabila Della Kusuma Dewi
  4. Nabila Fitri Lestari
  5. Nadia ShintaBella
  6. Nadya Irma Yunita
  7. Verdysa Amalia Putri
  8. Zahra As Syifa Wijayaningrum

🌸 Surat Cinta untuk Guruku yang Membimbing dengan Tulus 🌸

 

🌸 Surat Cinta untuk Guruku yang Membimbing dengan Tulus 🌸

 

Untuk Guruku yang Hebat,
Terima kasih karena sudah menjadi cahaya di setiap langkah belajarku.

Di antara banyaknya tugas, suara kelas yang riuh, dan waktu yang kadang terasa melelahkan, Bapak/Ibu tetap hadir dengan senyum yang menenangkan dan kesabaran yang tidak pernah habis.

Saya mungkin tidak selalu bisa mengungkapkan rasa terima kasih secara langsung,tapi setiap ilmu yang Bapak/Ibu berikan menjadi bagian penting dalam hidup saya.

Cara Bapak/Ibu mengajar membuat saya ingin terus belajar, terus berkembang, dan terus menjadi lebih baik.

Terima kasih telah percaya pada saya, terima kasih telah membimbing tanpa lelah,

dan terima kasih karena telah menjadi guru yang bukan hanya mengajar dengan kata,tapi juga dengan hati.

Semoga Bapak/Ibu selalu sehat, bahagia, dan diberi kekuatan dalam setiap langkah.

Ilmu dan kebaikan Bapak/Ibu akan selalu saya bawa, ke mana pun saya pergi.

Dengan penuh hormat dan rasa sayang.

Kelompok 4 XII DKV 2 💌

PELITA DI RUANG KELAS

 


PELITA DI RUANG KELAS

Setiap hari kau berdiri di depan kelas tanpa mengeluh, mengajar kami arti masa depan meski kami sering tak mengerti. Di balik senyuman dan teguranmu, ada kasih yang tidak terlihat, yang membuat kami terus maju saat hampir ingin menyerah.

Hari ini kami sadar betapa besar perjuanganmu untuk kami, betapa banyak lelah yang kau simpan tanpa pernah ditunjukkan. Terima kasih, Guru, karena tetap percaya pada kami,

Bahkan saat kami belum bisa percaya pada diri sendiri.

Setiap hari kau berdiri di depan kelas tanpa mengeluh, mengajar kami arti masa depan meski kami sering tak mengerti. Di balik senyuman dan teguranmu, ada kasih yang tidak terlihat, yang membuat kami terus maju saat hampir ingin menyerah.


Hari ini kami sadar betapa besar perjuanganmu untuk kami, betapa banyak lelah yang kau simpan tanpa pernah ditunjukkan. Terima kasih, Guru, karena tetap percaya pada kami,

Bahkan saat kami belum bisa percaya pada diri sendiri.


Kelompok 1 — XII DKV 2

Anggota Kelompok :
• Muhammad Ilham Zakaria. • Refaldi Pasha Syahputra
• Naufal Dzaki Fikri Nur Hibatullah. • Reyhan Sugiarto
• Naufal Hakim Mawardi. • Rizky Candra Adi Pranata
• Rakha Fathul Hidayatullah. • Zidan Aditya Ramadhan
• Rama ‘Ain Nur Wahid

The Guiding Star

 

The Guiding Star

A Teacher is a star that shines so bright,

Guiding minds with wisdom's gentle light.

They plant the seeds of knowledge, watch them grow,

Helping every single thought to flow.

 

In every lesson, a new world unfolds,

More precious far than silver or than gold.

They build up courage, wipe away the fear,

And show us paths to goals we hold so dear.

 

With patience as their shield, and kindness in their voice,

They teach us how to make the better choice.

They celebrate the triumphs, small and great,

And help us rise above the hands of fate.

 

A master builder of the lives to be,

A truer, kinder friend we seldom see.

So thank you, Teacher, for the gifts you share,

The boundless knowledge and the endless care




Anggota Kelompok
- Mouza Tria Rahayu (02)
- Nofellya Martha Dianty (11)
- Novita Putri Anggarwati (12)
- Priasih Isnaini (17)
- Safira Aprillia Rahma Putri (22)
- Septya Eka Rahmadani (24)
- Vastarum Sasya Kirana (28)
- Vitaloka Maharani (32)

Cahya Pituduh Guru

 


Cahya Pituduh Guru 

 

Ing wayahe esuk cahya nyawanga ing jagad ana,

Guru rawuh maringi pituduh kang utama.

Sabdamu ngambah ati kanthi rasa,

Dadi pepadhang kang ora ana tandhaga.

                                                                                                

Ana ing kelas panjenengan ngasta kawruh utama,

Ngasah rasa lan cipta para siswa supaya sumrambah.

Tembang wikanmu tansah nglaras ing dada,

Nglabui peteng kang nate ana.

 

Ajaranmu ambangun asa lan pradana,

Ngabari makna urip kanthi laku sabar.

Pandanganmu nyawiji tanpa pamrih apa-apa,

Nandur pangarep tumrap generasi kang bakal ana.

 

Ana nalika ati siswa nglana,

Panjenengan ngasta cahya lan daya.

Welas asihmu nglantarana rasa betah lan nrima,

Dadi sandaran nalika dalan ora cetha.

 

Guru, panjenengan cahya kang langgeng ana,

Ngawula tanpa pamrih, tanpa panyana.

Ajaranmu dadi warana kang ora bakal sirna,

Ngambah ati siswa nganti tuwa lan sagalana


 


Kelompok 2 XII DKV 1:
1. Adhea Vriolina Varingga (03)
2. Aulya Putri Nur Syafika (09)
3. Brillian Nur Hakiki (11)
4. Diyah Ayu Ambar Wati (19)
5. Febby Arnita Pasha (22)
6. Finda Augutya Renata (23)
7. Gadito Reguna Restu Raya (26)
8. Irfan Saifulloh (30)

PELITA DIRUANG KELAS

PELITA DIRUANG KELAS Di antara deret bangku yang sunyi. kau datang membawa cahaya pagi. Langkahmu sederhana. namun ilmunya mengubah dunia. S...