Rangga Tri Setiawan
Renaldo Seraf N.
Rehan Surya H.
Rafi Febrian Y.P
Rafi Egi F.
Reno Nur F.
Literasi Wonoasri Sejuta Ekspresi
Surat Cinta untuk Guru
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
"Pelita yang Tak Pernah Padam”
Di sebuah ruang
kecil sederhana,
kau berdiri dengan
senyum yang tak pernah lelah,
menyambut
kami anak-anak yang datang
dengan seribu
tanya, seribu suara,
dan kadang seribu
gelisah yang tak bisa diucap.
Setiap pagi kau membuka
hari
dengan langkah
yang sama,
langkah penuh
keyakinan
bahwa ilmu yang
kau titipkan hari ini
akan tumbuh
menjadi sesuatu yang lebih besar
dari apa yang
terlihat sekarang.
Wahai guru,
kau bukan sekadar
penyampai kata,
kau penenun masa
depan,
penjaga harapan,
tangan yang sabar
meluruskan arah
ketika kami nyaris
tersesat oleh dunia.
Di matamu, kami
bukan angka,
bukan ranking,
bukan perbandingan.
Kami adalah cerita
yang masih kosong,
halaman yang
menunggu ditulisi
dengan keberanian,
kebaikan, dan cita-cita.
Dalam setiap
coretan kapurmu
ada doa yang tak
terucap,
dalam setiap
teguranmu
ada kasih yang
terselip rapi,
dalam setiap tugas
yang kau berikan
terdapat keyakinan
bahwa kami mampu
melangkah lebih jauh.
Kau ajari kami
bukan hanya rumus dan teori,
tetapi bagaimana
bersikap dalam hidup ini.
Bahwa gagal tak
apa,
asal tidak
berhenti mencoba.
Bahwa nilai
hanyalah angka,
tapi kejujuran
adalah harga diri.
Bahwa maju itu
pilihan,
dan tekun adalah
jembatannya.
Kadang kau datang
dengan letih yang
tidak terlihat,
dengan beban yang
tak pernah kau ceritakan,
namun di depan
kami,
kau tetap menjadi
cahaya
yang menuntun
tanpa pamrih.
Guru…
Jika waktu adalah
kertas
dan pengorbananmu
adalah tinta,
maka hidup kami
hari ini
adalah buku yang
tidak akan pernah selesai
kami syukuri.
Terima kasih
untuk setiap
pelajaran yang kau tanam,
untuk setiap pintu
yang kau buka,
untuk setiap mimpi
yang kau yakini
bahkan sebelum
kami berani memimpikannya.
Semoga Tuhan
menjaga langkahmu,
menghiasi harimu
dengan damai,
dan membalas
setiap kebaikanmu
dengan kebahagiaan
yang tak terhingga.
Sebab bagi kami,
kau bukan hanya
guru,
kau adalah pelita
yang tak pernah
padam,
bahkan ketika kami
telah jauh berjalan
meninggalkan ruang
kecil
tempat kau pertama
kali mengajarkan
arti sebuah masa
depan.
Untuk Ibu dan Bapak tercinta,
YTH: SEMUA GURU SMKN 1 WONOASRI
Kami menulis surat ini dengan hati yang penuh penghargaan dan perasaan yang mendalam. Sejak pertama kali kami bertemu Bapak/Ibu Guru di kelas, dunia kami seolah berubah. Bukan hanya karena pelajaran yang Bapak/Ibu Guru ajarkan, tapi juga karena cara Bapak/Ibu Guru membimbing kami dengan sabar, penuh semangat, dan kebijaksanaan yang luar biasa.
Bapak/Ibu Guru bukan sekadar guru bagi kami, tapi juga inspirasi. Setiap kata yang Bapak/Ibu Guru ucapkan, setiap senyuman yang Bapak/Ibu Guru berikan, telah menyentuh jiwa kami. Kami belajar bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tapi juga tentang kebaikan hati, ketekunan, dan cinta terhadap pembelajaran. Dalam setiap tantangan hidup, kami selalu teringat pada nasihat Bapak/Ibu Guru yang membuat kami lebih kuat.
Kami tahu ini mungkin terdengar aneh, tapi perasaan ini sungguh tulus. Bapak/Ibu Guru telah menjadi cahaya di hari-hari gelap kami, dan kami berharap suatu hari nanti, kami bisa membalas semua yang telah Bapak/Ibu Guru berikan. Terima kasih atas segalanya, Guru. Bapak/Ibu Guru adalah bagian dari mimpi-mimpi kami.
Dengan cinta dan hormat,
SISWA KELAS XII KL2
The Light of a Teacher
In a quiet classroom, you stand tall, Guiding us gently so we won't fall. With patience as wide as the open sky, You lift our dreams and help them fly.
Your words are lanterns in the night, Showing the path to what is right. Through every lesson, every day, You light our minds in your own way.
Not just a teacher, but a friend- With wisdom that seems to never end. You shape our future, strong and true,
Dear teacher, we are thankful to you.
🌸 Surat Cinta untuk Guruku yang
Membimbing dengan Tulus 🌸
Kelompok 4 XII DKV 2 💌
The
Guiding Star
A Teacher is a star that shines so bright,
Guiding minds with wisdom's gentle light.
They plant the seeds of knowledge, watch them
grow,
Helping every single thought to flow.
In every lesson, a new world unfolds,
More precious far than silver or than gold.
They build up courage, wipe away the fear,
And show us paths to goals we hold so dear.
With patience as their shield, and kindness in their voice,
They teach us how to make the better choice.
They celebrate the triumphs, small and great,
And help us rise above the hands of fate.
A master builder of the lives to be,
A truer, kinder friend we seldom see.
So thank you, Teacher, for the gifts you
share,
The boundless knowledge and the endless care
Cahya Pituduh Guru
Ing wayahe esuk cahya nyawanga ing jagad ana,
Guru rawuh maringi pituduh kang utama.
Sabdamu ngambah ati kanthi rasa,
Dadi pepadhang kang ora ana tandhaga.
Ana ing kelas panjenengan ngasta kawruh utama,
Ngasah rasa lan cipta para siswa supaya sumrambah.
Tembang wikanmu tansah nglaras ing dada,
Nglabui peteng kang nate ana.
Ajaranmu ambangun asa lan pradana,
Ngabari makna urip kanthi laku sabar.
Pandanganmu nyawiji tanpa pamrih apa-apa,
Nandur pangarep tumrap generasi kang bakal ana.
Ana nalika ati siswa nglana,
Panjenengan ngasta cahya lan daya.
Welas asihmu nglantarana rasa betah lan nrima,
Dadi sandaran nalika dalan ora cetha.
Guru, panjenengan cahya kang langgeng ana,
Ngawula tanpa pamrih, tanpa panyana.
Ajaranmu dadi warana kang ora bakal sirna,
Ngambah ati siswa nganti tuwa lan sagalana
PELITA DIRUANG KELAS Di antara deret bangku yang sunyi. kau datang membawa cahaya pagi. Langkahmu sederhana. namun ilmunya mengubah dunia. S...